Prilly melewati koridor kampus
menuju ke kelas prilly diperjalanannya menuju kelas tak sedikit mahasiswa yang
melirik dan menyapanya,
"Pagi prilly"sapa seorang
lelaki yang tiba tiba berjalan bersebelahan dengan prilly.
"Eh kak Beny, pagi juga kak"jawab
prilly ramah terus berjalan mengarah kelas.
"Boleh kakak temenin sampe
kelas" Tawar Beny.
"Why not?" Jawab Prilly
menyungging senyum dibibirnya.
Prilly ialah gadis tercantik
dikampus ini bukan hanya wajahnya yang cantik namun hatinya juga. Dia juga
sangat ramah pada siapapun disekitarnya. Maka tak heran jika banyak yang kagum
dengannya dan dia jadi pusat perhatian saat dia lewat.
Tapi tak semua orang menyukainya.
Ada salah satu mahasiswa satu universitas dari fakultas lain namun tidak satu
tempat dengan Prilly. Dia sangat tidak suka dengan Prilly, karna Prilly lebih
cantik dari dia. Dan dia alasan Ali meninggalkannya. Dan slalu Prilly yang
slalu jadi nomor 1.
"Selamat belajar ya Prill"
ucap Benny yang tak hentinya memangdangi wajah cantik Prilly.
"Makasih ya kak, Prilly masuk
dulu ya" Katanya lalu melengkahkan kakinya memasuki kelas.
Prilly berjalan memasuki kelasnya
dengan exspresi sedikit kesal karna kejadian diparkiran tadi namun tetap tidak
mengurangi kecantikannya.
"Ngeselin banget si"gumam prilly
lalu menduduki bangkunya.
"Masi pagi woy cemberut ajah,
ni buat loe" kata adinda yang duduk disebelah prilly sambil memberikan
setangkai mawar putih.
Prilly mengerutkan
keningnya "Lagiii???".
Hampir setiap hari sebelum Prilly
datang, dibangkunya slalu ada bunga mawar ataupun coklat yang memang sengaja
diletakkan oleh seseorang yang ia pun tak pernah tau siapa dia.
"Hee eemm fans loe
tuh"ucap adinda tak heran dengan hal ini.
Prilly menarik nafasnya
"Yauddinnnlahh yah, rejeki anak sholeh hahah" ia menerima mawar
tersebut lalu meletakkan dimejanya.
"Eh kenapa loe tadi manyun
manyun gitu" tanya adinda yang melihat sahabatnya memasuki kelas dengan
raut muka kesal.
"Biasa tuh si jamboel
jelek" jawab Prilly datar.
"Ya allah prill, heran deh sama
kalian itu. Emang kenapa lagi sih"
"Dia sih slalu bikin gue
emosi" Ucap Prilly mengerucutkan bibirnya.
"Aneh loe prill, semua cewek
dikampus ini tu pengen banget deket sama dia. Eh loe yang uda dket malah sering
berantem.... Ati ati loo!"
"Ati ati apa maksud
loe??" tanya prilly mengangkat sebelah alisnya
"ati atiii..... Jaa..jatuh
cinta . Hahahah" balas dinda ketawa puas menggoda prilly.
"Eh enggak ya. Iieuuw apa sih
loe!!”
“Yaudah kalo loe gak mau, buat gue
aja ya si zain malik kwnya”
“haaa. Terserah loe tapi jangan
harap loe gue bantuin sama si Riian lagi” ucapnya dengan tatapan Sinis.
“Ciiieee cemburu. Hahahah”
“Enggak.! Udah a liat noh
didepan" Candaan mereka terhenti saat melihat sang dosen tlah dating.
Prilly masi Teringat dengan kata kata sahabatnya itu .
"Jatuh cinta???" kata kata itu berputar di otaknya "Ah enggak mungkinlah gue jatuh cinta sama dia. Aduh duh mikir apa si gue. No" pekik Prilly sambil memukul mukul kepalanya.
"Jatuh cinta???" kata kata itu berputar di otaknya "Ah enggak mungkinlah gue jatuh cinta sama dia. Aduh duh mikir apa si gue. No" pekik Prilly sambil memukul mukul kepalanya.
☆☆☆
"Huh akhirnya selesai juga mata
kuliah hari ini" gumam Riian keluar kelas bersama kedua sahabatnya.
"Eh broo, kantin yuk laper
gue" Ajak si Yudha sambil memegang perutnya.
"Bentar, gue ke kelas Prilly
dulu. Ngajak dia sekalian"
"Ide bagus tu
ian" Ucap Ali dengan nada gembira mengagetkan Riian.
Tiba2 Line Chat Riian bordering. Ia
melihat layar ponselnya yang ternyata sebuah line dari adinya.
Adee Bawwell :
"Bang, gue uda selesai kelas.
Gue tunggu di kantin ya. Buru!!"
Riian:
"Okee bawwell. Ketemu di
kantin, gue juga uda selesai kok."
balas Riian lalu mengembalikan
ponselnya kedalam saku.
"Seneng banget loe denger gue
mau ngajak dia. Gak jadi deh langsung ke kantin aja yukk" ucap Riian dan
membuat ali jadi salah tingkah.
"Apaan si ian, Enggak a. Kan
bareng bareng enak tambah rame. Masa bertiga doang" Jawab ali ngeles
kaya tukang bajai.
"Yakin li?" Sahut
riian.
"Hahah, ngeles tu ian si Ali.
Aslinya seneng tuh kalo ada adee loe" Sahut yudha.
"Ngaco loe yud, uda a
cabut" Balas ali sambil berjalan mendahului yudha dan riian.
Riian dan Yudha hanya tertawa
melihat tingkah sahabat mereka yang satu itu dan berjalan mengikuti langkah ali
dari belakang.
Riian dan Yudha tak heran melihat
sikap aneh sahabatnya tersebut, mereka tau bahwa Ali memiliki perasaan untuk
Prilly. Namun mereka tak pernah memberitahu Prilly, biarlah Ali yang akan
mangatakannya sendiri pada Prilly. Mereka tak ingin ikut campur urusan cinta
Ali dan Prilly.
***
Prilly dan Adinda sudah duduk cantik
di kantin.
Mereka kini melahap mie pangsit yang
mereka pesan.
"Hay Prill" sapa
seorang mahasiswa yang menghampiri Prilly dan Adinda.
Prilly mengambil gelas yang berisi
juice Avocado yang dipesannya tadi lalu meneguknya. "Eh kak Bagus, hay
juga kak" Jawab prilly ramah.
"Ini buat kamu, diterima ya gak
boleh ditolak. Dahh... Gue pergi dulu ya prill" Balas lelaki itu
menyodorkan sebuah coklat dan bunga lalu dia langsung melesat begitu saja.
"Makasih kak" Prilly
menerimanya dan tersenyum pada lelaki yang memberinya. “Laah ilang orangnya”
"Ciie tambah lagi tuh fansnya" goda
Adinda sambil mencolek colek dagu prilly.
"Alhamdulillah lah. Hahahh udda
makan lagi"
Tiba tiba kantin menjadi heboh karna
kedatangan trio ubur ubur. Eh salah, Riian's genk - tiga cowok paling populer
di kampus ini. Yess, siapa lagi kalo bukan Riian Ali dan Yudha.
"Ka Yudha,ganteng bingit si
kamu"
"Liat tuh Ka Riian cool
banget"
"Apalagi ka Ali tuh, Ehmm jalan
bareng yu ka"
"Makhluk tuhan paling
kece" Celoteh para gadis gadis yang terpanah dengan pesona mereka bertiga.
"Hay ka Ali" Sapa
salah satu mahasiswa dengan melambaikan tangannya pada Ali. Ali hanya tersenyum
padanya. Semua mata para gadis dikantin itu tertuju pada Riian's Genk.. Tapi
tidak bagi prilly dan Adinda, setelah mereka selesai menikmati makanannya.
Mereka asyik memainkan gadgetnya sembari menunggu Riian datang.
Dari kejauhan Riian melihat adiknya
yang sedang memandangi gadgetnya dan langsung menghampirinya.
"Hai dee, serius amet loe"
ucap Riian seraya duduk di samping Prilly.
Prilly mengedarkan pandangannya pada
suara tersebut "Hai bang. Enggak kok .. Kapan datengnya? Uda disini
ajah" jawab prilly heran melihat 3 cowok ganteng itu tiba tiba duduk
semeja dengannya.
"Maenan mulu si loe, sampe gak
nyadar kalo ada 3 cowok ganteng nyamperin loe" Sambar ali.
Prilly membulatkan matanya
"Haaa?? Apa 3? Masa sih? Setau gue di meja ini cuma ada 2 cowok ganteng
tuh"jawab prilly santai dan masih memainkan gadgednya.
"Iya termasuk gue kan"
balas ali dengan senyuman pdnya Prilly menghentikan aktivitasnya.
"ih PD. Yang ganteng cuma Bang
Riian sama Ka Yudha doang. Loe gak termasuk" balas prilly menatap
sinis kearah Ali.
Adinda, Riian, dan Yudha hanya
menggeleng gelengkan kepalanya melihat Ali dan Prilly
"Enn.."
"Udah udah, mulai deh kalo uda
ketemu. Mau makan apa mau Ribut" Sahut Riian memotong ucapan Ali yang
belum selesai.
"Cantik cantik
galak" gumam ali.
"bodooo" jawab prilly
ketus.
"Mulai lagi kan" Ucap
Yudha.
Yang akhirnya menghentikan emosi
prilly dan ali, mereka kini sama sama terdiam. Prilly kembali memainkan game di
gadgetnya sedangkan Ali dan yang lain menunggu makanannya datang.
☆☆☆
Hari sudah mulai sore, Karena sudah
tidak ada kegiatan lagi dikampus. Ali, Riian, Yudha, Prilly dan Adinda
memutuskan untuk cabut dari kampus.
"Prill gue duluan ya, kakak gue
uda nunggu didepan. Byee sayang, Dinda duluan ya kak" Pamit adinda
melambaikan tangan pada prilly dan yang lain.
"Oke, ati ati
sayang" jawab prilly membalas lambaian tangannya pada adinda.
"Eh gue juga duluan ya.. Mau
jemput Riia " lanjut yudha.
"Ati ati kaka iyud"jawab
prilly dengan menyungging senyuman di bibirnya.
"ati ati broo"lanjut Ali
dan Riian yang masi berjalan di koridor menuju parkiran.
"Bang, sebelum pulang temenin
adee ke toko buku bentar ya"pinta prily.
"Oke boss" jawab
Riian menganggukan kepalanya.
"Gue ikutan ya"sambar ali.
"Gak boleh"jawab prilly
cepat.
"Yauda ayo
broo" jawab riian.
Ali tersenyum senang karna riian
mengiyakan dia ikut. Tapi Prilly hanya memandang kesal pada si Riian dan Ali...
Huuuuu
Prilly melihat seorang gadis yang
berdiri tepat di depan mobil Riian . "Siapa tuh" batin
prilly mengerutkan keningnya.
Prilly mendelik kaget "Hah
syeril.. Waduhh alamat gue pulang sendiri lagi nii kalo uda ada dia. Semoga deh
tuh cewek gak ngajakin abang gue ngelayap." gerutu Prilly dalam
hati karena ternyata gadis itu adalah syeril pacar si Riian yang beuhhh
matrenya keterlaluan broo. Apapun yang dia minta harus diturutin, dan karena si
Riian itu sayang banget sama tuh cewek jadi ya pasti di iya iya in ajahh.
"Hai sayangg" Sapa
Sheryl manja.
"Hai, uda selesai
kuliahnya" Tanya Riian.
"Udah kok, ehm hari ini aku
sengaja gak bawa mobil, Pengen jalan sama kamu, kita jalan yuk
sayang" Ucap sheryl bergelayut manja di lengan Riian.
"Alamat dahh" batin prilly melipat tangannya didadanya sambil menyandarkan tubuhnya didekat pintu mobil.
"Alamat dahh" batin prilly melipat tangannya didadanya sambil menyandarkan tubuhnya didekat pintu mobil.
"Boleh, tapi kita nganterin
prilly pulang dulu ya sayang" jawab Riian.
"Prilly biar naek taxi aja
dong, seperti biasa. Kita berangkat sekarang ajah ya sayang"
"Mestii kan" batin prilly again.
"Mestii kan" batin prilly again.
"Kasian Prilly dong
sayang" balas Riian menatap Prilly sebentar kemudian menatap
kekasihnya lagi.
"Bang buruan uda di tlp
mamah" Sahut prilly sedikit berbohong lalu masuk dalam mobil.
"Ya udah kamu pulang aja, kita
gak usah ketemu lagi!!" ucap Sheryl dengan ancamannya.
"Prilly biar gue anterin pulang
ajah broo" Sahut Ali.
Riian hanya tersenyum dan
menghampiri prilly yang sudah duduk cantik didalam mobil
"Sayang, pulang sama Ali dulu
ya" Ucap Riian memelas.
Prilly memutar bola matanya dan langsung
turun dari mobil "Gak Mau, kalo loe gak mau nganter gue pulang.
Yauda gue pulang sendiri." Ucap Prilly dengan nada datar namun
dengan raut kecewa dan kemudian beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Prilly" Riian yang ingin
mengejar adikny namun tertahan oleh kekasihnya.
"Ntar juga selesai ngambeknya,
kita jalan yuk" ucap Syeril dengan memamerkan senyumannya.
Sontak Ali langsung mengejar prilly
"prilly tunggu"
"Kenapa!" jawab prilly
menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
"Pulang bareng gue ya"
ucap ali memegang tangan Prilly berharap tak dapat penolakan dari Prilly namun
ternyata,
Prilly menghentak genggaman Ali
"Ogah. Gue bisa sendiri" prilly kembali melanjutkan langkahnya.
"Tapi prill" Ali kembali
menarik tangan prilly dan kali ini membuat prilly memutar badannya.
Lalu ia melepas genggaman ali lalu
menatap lekat ali "Apa sihhh .. Gak usa khawatirin gue. Gue uda
gede!"
"Oke . Tapi loe ati ati ya
Chubby" ucap Ali dengan mengatupkan kedua tangannya pada pipi Prilly.
Prilly mengambil kedua tangan Ali
yang menempel pada pipinya kemudian menggenggamnya "Pasti, udah
terbiasa" Prilly melepas tangan Ali dan tersenyum padanya. Lalu beranjak
pergi.
Ali memang suka menggoda Prilly
dengan keusilannya namun ali juga tak bisa bila melihat gadis yang sangat ia
cintai seperti itu. Ali pun kembali kekampus untuk mengambil mobilnya yang masi
terparkir.
☆☆☆
Disebuah taman yang tak jauh dari
rumah Prilly, ia duduk dipinggiran gazebo yang berada di taman tersebut
memandangi air mancur yang menyembur indah. Prilly melihat seorang kakak dan
adik yang sedang berlari mengelilingi air mancur tersebut. Mereka terlihat
begitu gembira. Ia jadi teringat dengan Riian, sejak kecil mereka slalu
menghabiskan waktu bersama. Mereka saling menjaga satu sama lain, tapi sejak
Riian memiliki kekasih. Waktu bersamanya berkurang, Prilly sedikit sedih namun
ia bisa memahami keadaan itu. Bagaimanapun kebahagian Riian kebahagiaannya
juga.
"Haii cantik, dari tadi aku
perhatiin ngelamun aja kamu" Seru seorang cowok yang tiba tiba duduk
disebelah Prilly.
Prilly menoleh kaget melihat cowok
tersebut "Kamu?"
"Iya, kita ketemu lagi ya. Dan
lagi lagi loe ngelamun"
"Siapa sih yang ngelamun,
enggak kok" Prilly kembali menatap Air Mancur didepannya.
"Oia kita belum sempet kenalan.
Gue Aron " Ucapnya menjulurkan tangannya.
Prilly mengernyitkan dahinya
"Emang iya ya? Gue Prilly" balasnya menerima uluran tangan Aron.
"Iyalah loe maen pergi gitu
aja"
"hmm" Prilly hanya manggut
manggut.
"Eh uda hampir malem ni mau
magrib loe gak balik?" Tanya Aron seraya menunjuk langit yang sudah mulai
gelap.
"Bentar lagi juga balik
kok"
"Gue anter ya"
"Gak usah gue bisa sendiri
kok"
"Gapapa deh beneran . Gue
anterin aja ya"
"Hmm, okelah kalo dipaksa"
"Ettapi mampir masjid didepan
bentar ya, mau magriban dulu. Loe sholat juga kan?"
"Gue libur. Tapi gapapa gue
temenin. Yokk"
Prilly dan Aron beranjak dari gazebo
berjalan berdampingan melewati bunga bunga yang tertanam indah menuju mobil
Aron.
☆☆☆
"Nah, tuh rumah gue. Mampir
yukk" Tunjuk Prilly pada satu rumah besar di pemuramahan elit.
Aron mengangguk anggukan kepalanya
"Oh yang itu, emang gue boleh mampir?" Tanya Aron.
"Why not?"
"Gue parkir didepan sini aja
ya. Gapapa kan?"
"Gak mau dimasukin ajah
ni" tawar Prilly. Aron menggeleng gelengkan kepalanya sambil menyunging
senyum dibibirnya lalu keduanya turun dari mobil. Baru saja ingin memasuki
gerbang tiba tiba ponsel Aron berbunyi. Ia langsung meraih ponselnya dari dalam
saku celananya.
"Bentar ya Prill" ucap
Aron sedikit menjauh dari Prilly. Dan Prilly hanya tersenyum mengangguk sebagai
jawabannya.
"Iya hallo"
"..........."
"Apaa? Okke okke saya segera
kembali ke rumah sakit. Kamu segera minta tolong Dr. Firly dulu untuk
menanganinya terlebih dahulu. Saya berangkat sekarang"
Prilly tak sengaja mendengar ucapan
Aron, ia mengerutkan keningnya penasaran "Ada apa? Kok panik banget"
"Sorry Prill, kayanya gue gak
bisa mampir deh. Lain kali aja bolehkan" Ucap Aron.
Prilly menganggukan kepalanya
"Gapapa kok santai ajah, tapi siapa yang sakit?"
"Pasien gue kumat. Gue harus
balik kerumah sakit. Sorry ya Prill" Jawab Aron seraya melangkahkan
kakinya menuju mobil.
"Loe dokter?" Tanya Prilly
kaget
"Next kita ketemu lagi ya
Prill, sekali lagi sorry. Gue duluan ya byee" pamit Aron merasa tidak enak
dan tak menjawab pertanyaan Prilly. Aron segera menyalahkan mesin mobilnya lalu
melajukan mobilnya dengan kencang.
"Eh iyya ati ati ron, Thanks
" Prilly memperhatikan mobil Aron dari belakang sampai mobil itu
menghilang di belokan.
☆☆☆
"Assalamualaikum, Mah pah
prilly pulang"
Mama Prilly yang duduk di sofa ruang
tamu menoleh ke arah pintu depan dan langsung berdiri menghampiri Prilly
"Walaikumsalam, Kok malem sayang pulangnya. Itu kenapa lagi mukanya
cemberut gitu" Tanya mama memandangi raut wajah anaknya yang tak ceria
seperti biasanya.
Prilly meraih punggung tangan
mamanya lalu menciumnya "Maaf mah, prilly tadi mampir ke rumah temen dulu.
Hp Prilly mati mah " jawab prilly dengan fake smile.
"Hem . Abang mana dee?"
tanya mama menengok ke arah belakang Prilly.
"Gak tau, prilly mau masuk
kamar dulu. Capek"
Mama Prilly menatap wajah anak
gadisnya yang memang terlihat lelah, "Yauda kamu bersih bersih,
sholat terus kita makan ya" ucap mama prilly mengusap rambut Prilly.
"Iyah mah" Prilly berjalan
meninggalkan mama menaiki anak tangga menuju kamar.
"Tuh anak kemana sih, masa jam segini belum pulang." batin prilly lalu membantingkan tubuhnya di ranjang.
"Tuh anak kemana sih, masa jam segini belum pulang." batin prilly lalu membantingkan tubuhnya di ranjang.
Setelah selesai bersih bersih diri
dan sholat, prilly turun menuju meja makan. Mama papa sudah menunggunya untuk
makan malam.
"Pincess papah ini kenapa sih,
kok mukanya lesu gitu" tanya papa.
"Nanti cantiknya ilang loh
sayang" lanjut mama sambil menuangkan air putih ke dalam gelas.
"Apaan si, prilly gak papa kok.
Kecapean aja pah hari ini banyak banget tugas" Jawab prilly.
"Uu kasian anak papa. Yauda
kita makan aja sayang" ucap papa mengusap pucuk kepala Prilly.
Ditengah tengah waktu makan malam,
terdengar suara seorang lelaki memasuki rumah. Riian baru pulang
"Assalamuallaikum"
"Walaikumsalam" sambut
mamah menghampiri Riian "Kok baru pulang bang? Uda makan belum? Kita makan
bareng yuk" lanjut mama.
"Iyah ma maaf, tadi abang ada
rapat senat" Jawab riian meraih punggung tangan mamanya lalu menciumnya
kemudian melangkahkan kakinya bersama sang mama ke meja makan.
Riian gak mungkin jujur kalo dia
telat karna jalan dengan syeril. Papanya sangat tidak suka dengan syeril.
"Malem pah,dee"sapa riian
mencium punggun tangan papanya lalu duduk disamping prilly.
"Baru pulang kamu. Ayo makan
dulu bang" jawab papa.
Tiba tiba prilly menghentikan
aktivitas makannya meletakkan sendok dan garpu diatas piringnya lalu berdiri
dari tempat duduknya "Mah pah, prilly udahan makannya. Mau kekamar masih
banyak tugas"
"Abisin dulu dong makanannya
ini" pinta mamah agar prilly menghabiskan makanan yang baru hanya 3 suap
mendarat di mulutnya.
"Prilly uda gak laper!"
seru prilly agak kesal meninggalkan meja makan berlari menaiki tangga menuju
kamar tercintanyaa .
"Gak biasanya adee gue kayak gitu, apa tadi gue keterlaluan ya? Biasanya juga gak ngambek ngambek amet. Maafin abang ya dee"batin Riian merasa bersalah pada adiknya
"Gak biasanya adee gue kayak gitu, apa tadi gue keterlaluan ya? Biasanya juga gak ngambek ngambek amet. Maafin abang ya dee"batin Riian merasa bersalah pada adiknya
☆☆☆