Jumat, 13 November 2015

Love Is Never Wrong Chapter 2


Prilly melewati koridor kampus menuju ke kelas prilly diperjalanannya menuju kelas tak sedikit mahasiswa yang melirik dan menyapanya,
"Pagi prilly"sapa seorang lelaki yang tiba tiba berjalan bersebelahan dengan prilly.
"Eh kak Beny, pagi juga kak"jawab prilly ramah terus berjalan mengarah kelas.
"Boleh kakak temenin sampe kelas" Tawar Beny.
"Why not?" Jawab Prilly menyungging senyum dibibirnya.

Prilly ialah gadis tercantik dikampus ini bukan hanya wajahnya yang cantik namun hatinya juga. Dia juga sangat ramah pada siapapun disekitarnya. Maka tak heran jika banyak yang kagum dengannya dan dia jadi pusat perhatian saat dia lewat.
Tapi tak semua orang menyukainya. Ada salah satu mahasiswa satu universitas dari fakultas lain namun tidak satu tempat dengan Prilly. Dia sangat tidak suka dengan Prilly, karna Prilly lebih cantik dari dia. Dan dia alasan Ali meninggalkannya. Dan slalu Prilly yang slalu jadi nomor 1.
"Selamat belajar ya Prill" ucap Benny yang tak hentinya memangdangi wajah cantik Prilly.
"Makasih ya kak, Prilly masuk dulu ya" Katanya lalu melengkahkan kakinya memasuki kelas.

Prilly berjalan memasuki kelasnya dengan exspresi sedikit kesal karna kejadian diparkiran tadi namun tetap tidak mengurangi kecantikannya.
"Ngeselin banget si"gumam prilly lalu menduduki bangkunya.
"Masi pagi woy cemberut ajah, ni buat loe" kata adinda yang duduk disebelah prilly sambil memberikan setangkai mawar putih.
Prilly mengerutkan keningnya "Lagiii???".
Hampir setiap hari sebelum Prilly datang, dibangkunya slalu ada bunga mawar ataupun coklat yang memang sengaja diletakkan oleh seseorang yang ia pun tak pernah tau siapa dia.
"Hee eemm fans loe tuh"ucap adinda tak heran dengan hal ini.
Prilly menarik nafasnya "Yauddinnnlahh yah, rejeki anak sholeh hahah" ia menerima mawar tersebut lalu meletakkan dimejanya.
"Eh kenapa loe tadi manyun manyun gitu" tanya adinda yang melihat sahabatnya memasuki kelas dengan raut muka kesal.
"Biasa tuh si jamboel jelek" jawab Prilly datar.
"Ya allah prill, heran deh sama kalian itu. Emang kenapa lagi sih"
"Dia sih slalu bikin gue emosi" Ucap Prilly mengerucutkan bibirnya.
"Aneh loe prill, semua cewek dikampus ini tu pengen banget deket sama dia. Eh loe yang uda dket malah sering berantem.... Ati ati loo!"
"Ati ati apa maksud loe??" tanya prilly mengangkat sebelah alisnya
"ati atiii..... Jaa..jatuh cinta . Hahahah" balas dinda ketawa puas menggoda prilly.
"Eh enggak ya. Iieuuw apa sih loe!!”
“Yaudah kalo loe gak mau, buat gue aja ya si zain malik kwnya”
“haaa. Terserah loe tapi jangan harap loe gue bantuin sama si Riian lagi” ucapnya dengan tatapan Sinis.
“Ciiieee cemburu. Hahahah”
“Enggak.! Udah a liat noh didepan" Candaan mereka terhenti saat melihat sang dosen tlah dating. Prilly masi Teringat dengan kata kata sahabatnya itu .
"Jatuh cinta???" kata kata itu berputar di otaknya "Ah enggak mungkinlah gue jatuh cinta sama dia. Aduh duh mikir apa si gue. No" pekik Prilly sambil memukul mukul kepalanya.

☆☆

"Huh akhirnya selesai juga mata kuliah hari ini" gumam Riian keluar kelas bersama kedua sahabatnya.
"Eh broo, kantin yuk laper gue" Ajak si Yudha sambil memegang perutnya.
"Bentar, gue ke kelas Prilly dulu. Ngajak dia sekalian"
"Ide bagus tu ian" Ucap Ali dengan nada gembira mengagetkan Riian.
Tiba2 Line Chat Riian bordering. Ia melihat layar ponselnya yang ternyata sebuah line dari adinya.

Adee Bawwell :
"Bang, gue uda selesai kelas. Gue tunggu di kantin ya. Buru!!"

Riian:
"Okee bawwell. Ketemu di kantin, gue juga uda selesai kok."
balas Riian lalu mengembalikan ponselnya kedalam saku.

"Seneng banget loe denger gue mau ngajak dia. Gak jadi deh langsung ke kantin aja yukk" ucap Riian dan membuat ali jadi salah tingkah.
"Apaan si ian, Enggak a. Kan bareng bareng enak tambah rame. Masa bertiga doang" Jawab ali ngeles kaya tukang bajai.
"Yakin li?" Sahut riian.
"Hahah, ngeles tu ian si Ali. Aslinya seneng tuh kalo ada adee loe" Sahut yudha.
"Ngaco loe yud, uda a cabut" Balas ali sambil berjalan mendahului yudha dan riian.
Riian dan Yudha hanya tertawa melihat tingkah sahabat mereka yang satu itu dan berjalan mengikuti langkah ali dari belakang.

Riian dan Yudha tak heran melihat sikap aneh sahabatnya tersebut, mereka tau bahwa Ali memiliki perasaan untuk Prilly. Namun mereka tak pernah memberitahu Prilly, biarlah Ali yang akan mangatakannya sendiri pada Prilly. Mereka tak ingin ikut campur urusan cinta Ali dan Prilly.

***

Prilly dan Adinda sudah duduk cantik di kantin.
Mereka kini melahap mie pangsit yang mereka pesan.
"Hay Prill" sapa seorang mahasiswa yang menghampiri Prilly dan Adinda.
Prilly mengambil gelas yang berisi juice Avocado yang dipesannya tadi lalu meneguknya. "Eh kak Bagus, hay juga kak" Jawab prilly ramah.
"Ini buat kamu, diterima ya gak boleh ditolak. Dahh... Gue pergi dulu ya prill" Balas lelaki itu menyodorkan sebuah coklat dan bunga lalu dia langsung melesat begitu saja.
"Makasih kak" Prilly menerimanya dan tersenyum pada lelaki yang memberinya. “Laah ilang orangnya”
"Ciie tambah lagi tuh fansnya" goda Adinda sambil mencolek colek dagu prilly.
"Alhamdulillah lah. Hahahh udda makan lagi"

Tiba tiba kantin menjadi heboh karna kedatangan trio ubur ubur. Eh salah, Riian's genk - tiga cowok paling populer di kampus ini. Yess, siapa lagi kalo bukan Riian Ali dan Yudha.
"Ka Yudha,ganteng bingit si kamu"
"Liat tuh Ka Riian cool banget"
"Apalagi ka Ali tuh, Ehmm jalan bareng yu ka"
"Makhluk tuhan paling kece" Celoteh para gadis gadis yang terpanah dengan pesona mereka bertiga.
"Hay ka Ali" Sapa salah satu mahasiswa dengan melambaikan tangannya pada Ali. Ali hanya tersenyum padanya. Semua mata para gadis dikantin itu tertuju pada Riian's Genk.. Tapi tidak bagi prilly dan Adinda, setelah mereka selesai menikmati makanannya. Mereka asyik memainkan gadgetnya sembari menunggu Riian datang.

Dari kejauhan Riian melihat adiknya yang sedang memandangi gadgetnya dan langsung menghampirinya.
"Hai dee, serius amet loe" ucap Riian seraya duduk di samping Prilly.
Prilly mengedarkan pandangannya pada suara tersebut "Hai bang. Enggak kok .. Kapan datengnya? Uda disini ajah" jawab prilly heran melihat 3 cowok ganteng itu tiba tiba duduk semeja dengannya.
"Maenan mulu si loe, sampe gak nyadar kalo ada 3 cowok ganteng nyamperin loe" Sambar ali.
Prilly membulatkan matanya "Haaa?? Apa 3? Masa sih? Setau gue di meja ini cuma ada 2 cowok ganteng tuh"jawab prilly santai dan masih memainkan gadgednya.
"Iya termasuk gue kan" balas ali dengan senyuman pdnya Prilly menghentikan aktivitasnya.
"ih PD. Yang ganteng cuma Bang Riian sama Ka Yudha doang. Loe gak termasuk" balas prilly menatap sinis kearah Ali.
Adinda, Riian, dan Yudha hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat Ali dan Prilly
"Enn.."
"Udah udah, mulai deh kalo uda ketemu. Mau makan apa mau Ribut" Sahut Riian memotong ucapan Ali yang belum selesai.
"Cantik cantik galak" gumam ali.
"bodooo" jawab prilly ketus.
"Mulai lagi kan" Ucap Yudha.
Yang akhirnya menghentikan emosi prilly dan ali, mereka kini sama sama terdiam. Prilly kembali memainkan game di gadgetnya sedangkan Ali dan yang lain menunggu makanannya datang.

☆☆

Hari sudah mulai sore, Karena sudah tidak ada kegiatan lagi dikampus. Ali, Riian, Yudha, Prilly dan Adinda  memutuskan untuk cabut dari kampus.
"Prill gue duluan ya, kakak gue uda nunggu didepan. Byee sayang, Dinda duluan ya kak" Pamit adinda melambaikan tangan pada prilly dan yang lain.
"Oke, ati ati sayang" jawab prilly membalas lambaian tangannya pada adinda.
"Eh gue juga duluan ya.. Mau jemput Riia " lanjut yudha.
"Ati ati kaka iyud"jawab prilly dengan menyungging senyuman di bibirnya.
"ati ati broo"lanjut Ali dan Riian yang masi berjalan di koridor menuju parkiran.
"Bang, sebelum pulang temenin adee ke toko buku bentar ya"pinta prily.
"Oke boss" jawab Riian menganggukan kepalanya.
"Gue ikutan ya"sambar ali.
"Gak boleh"jawab prilly cepat.
"Yauda ayo broo" jawab riian.
Ali tersenyum senang karna riian mengiyakan dia ikut. Tapi Prilly hanya memandang kesal pada si Riian dan Ali... Huuuuu

Prilly melihat seorang gadis yang berdiri tepat di depan mobil Riian . "Siapa tuh" batin prilly mengerutkan keningnya.
Prilly mendelik kaget "Hah syeril.. Waduhh alamat gue pulang sendiri lagi nii kalo uda ada dia. Semoga deh tuh cewek gak ngajakin abang gue ngelayap." gerutu Prilly dalam hati karena ternyata gadis itu adalah syeril pacar si Riian yang beuhhh matrenya keterlaluan broo. Apapun yang dia minta harus diturutin, dan karena si Riian itu sayang banget sama tuh cewek jadi ya pasti di iya iya in ajahh.

"Hai sayangg" Sapa Sheryl manja.
"Hai, uda selesai kuliahnya" Tanya Riian.
"Udah kok, ehm hari ini aku sengaja gak bawa mobil, Pengen jalan sama kamu, kita jalan yuk sayang" Ucap sheryl bergelayut manja di lengan Riian.
"Alamat dahh" batin prilly melipat tangannya didadanya sambil menyandarkan tubuhnya didekat pintu mobil.
"Boleh, tapi kita nganterin prilly pulang dulu ya sayang" jawab Riian.
"Prilly biar naek taxi aja dong, seperti biasa. Kita berangkat sekarang ajah ya sayang"
"Mestii kan" batin prilly again.
"Kasian Prilly dong sayang" balas Riian menatap Prilly sebentar kemudian menatap kekasihnya lagi.
"Bang buruan uda di tlp mamah" Sahut prilly sedikit berbohong lalu masuk dalam mobil.
"Ya udah kamu pulang aja, kita gak usah ketemu lagi!!" ucap Sheryl dengan ancamannya.
"Prilly biar gue anterin pulang ajah broo" Sahut Ali.
Riian hanya tersenyum dan menghampiri prilly yang sudah duduk cantik didalam mobil
"Sayang, pulang sama Ali dulu ya" Ucap Riian memelas.

Prilly memutar bola matanya dan langsung turun dari mobil "Gak Mau, kalo loe gak mau nganter gue pulang. Yauda  gue pulang sendiri." Ucap Prilly dengan nada datar namun dengan raut kecewa dan kemudian beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Prilly" Riian yang ingin mengejar adikny namun tertahan oleh kekasihnya.
"Ntar juga selesai ngambeknya, kita jalan yuk" ucap Syeril dengan memamerkan senyumannya.
Sontak Ali langsung mengejar prilly "prilly tunggu"
"Kenapa!" jawab prilly menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
"Pulang bareng gue ya" ucap ali memegang tangan Prilly berharap tak dapat penolakan dari Prilly namun ternyata,
Prilly menghentak genggaman Ali "Ogah. Gue bisa sendiri" prilly kembali melanjutkan langkahnya.
"Tapi prill" Ali kembali menarik tangan prilly dan kali ini membuat prilly memutar badannya.
Lalu ia melepas genggaman ali lalu menatap lekat ali "Apa sihhh .. Gak usa khawatirin gue. Gue uda gede!"
"Oke . Tapi loe ati ati ya Chubby" ucap Ali dengan mengatupkan kedua tangannya pada pipi Prilly.
Prilly mengambil kedua tangan Ali yang menempel pada pipinya kemudian menggenggamnya "Pasti, udah terbiasa" Prilly melepas tangan Ali dan tersenyum padanya. Lalu beranjak pergi.
Ali memang suka menggoda Prilly dengan keusilannya namun ali juga tak bisa bila melihat gadis yang sangat ia cintai seperti itu. Ali pun kembali kekampus untuk mengambil mobilnya yang masi terparkir.

☆☆

Disebuah taman yang tak jauh dari rumah Prilly, ia duduk dipinggiran gazebo yang berada di taman tersebut memandangi air mancur yang menyembur indah. Prilly melihat seorang kakak dan adik yang sedang berlari mengelilingi air mancur tersebut. Mereka terlihat begitu gembira. Ia jadi teringat dengan Riian, sejak kecil mereka slalu menghabiskan waktu bersama. Mereka saling menjaga satu sama lain, tapi sejak Riian memiliki kekasih. Waktu bersamanya berkurang, Prilly sedikit sedih namun ia bisa memahami keadaan itu. Bagaimanapun kebahagian Riian kebahagiaannya juga.

"Haii cantik, dari tadi aku perhatiin ngelamun aja kamu" Seru seorang cowok yang tiba tiba duduk disebelah Prilly.
Prilly menoleh kaget melihat cowok tersebut "Kamu?"
"Iya, kita ketemu lagi ya. Dan lagi lagi loe ngelamun"
"Siapa sih yang ngelamun, enggak kok" Prilly kembali menatap Air Mancur didepannya.
"Oia kita belum sempet kenalan. Gue Aron " Ucapnya menjulurkan tangannya.
Prilly mengernyitkan dahinya "Emang iya ya? Gue Prilly" balasnya menerima uluran tangan Aron.
"Iyalah loe maen pergi gitu aja"
"hmm" Prilly hanya manggut manggut.
"Eh uda hampir malem ni mau magrib loe gak balik?" Tanya Aron seraya menunjuk langit yang sudah mulai gelap.
"Bentar lagi juga balik kok"
"Gue anter ya"
"Gak usah gue bisa sendiri kok"
"Gapapa deh beneran . Gue anterin aja ya"
"Hmm, okelah kalo dipaksa"
"Ettapi mampir masjid didepan bentar ya, mau magriban dulu. Loe sholat juga kan?"
"Gue libur. Tapi gapapa gue temenin. Yokk"
Prilly dan Aron beranjak dari gazebo berjalan berdampingan melewati bunga bunga yang tertanam indah menuju mobil Aron.

☆☆

"Nah, tuh rumah gue. Mampir yukk" Tunjuk Prilly pada satu rumah besar di pemuramahan elit.
Aron mengangguk anggukan kepalanya "Oh yang itu, emang gue boleh mampir?" Tanya Aron.
"Why not?"
"Gue parkir didepan sini aja ya. Gapapa kan?"
"Gak mau dimasukin ajah ni" tawar Prilly. Aron menggeleng gelengkan kepalanya sambil menyunging senyum dibibirnya lalu keduanya turun dari mobil. Baru saja ingin memasuki gerbang tiba tiba ponsel Aron berbunyi. Ia langsung meraih ponselnya dari dalam saku celananya.

"Bentar ya Prill" ucap Aron sedikit menjauh dari Prilly. Dan Prilly hanya tersenyum mengangguk sebagai jawabannya.
"Iya hallo"
"..........."
"Apaa? Okke okke saya segera kembali ke rumah sakit. Kamu segera minta tolong Dr. Firly dulu untuk menanganinya terlebih dahulu. Saya berangkat sekarang"
Prilly tak sengaja mendengar ucapan Aron, ia mengerutkan keningnya penasaran "Ada apa? Kok panik banget"
"Sorry Prill, kayanya gue gak bisa mampir deh. Lain kali aja bolehkan" Ucap Aron.
Prilly menganggukan kepalanya "Gapapa kok santai ajah, tapi siapa yang sakit?"
"Pasien gue kumat. Gue harus balik kerumah sakit. Sorry ya Prill" Jawab Aron seraya melangkahkan kakinya menuju mobil.
"Loe dokter?" Tanya Prilly kaget
"Next kita ketemu lagi ya Prill, sekali lagi sorry. Gue duluan ya byee" pamit Aron merasa tidak enak dan tak menjawab pertanyaan Prilly. Aron segera menyalahkan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kencang.
"Eh iyya ati ati ron, Thanks " Prilly memperhatikan mobil Aron dari belakang sampai mobil itu menghilang di belokan.

☆☆

"Assalamualaikum, Mah pah prilly pulang"
Mama Prilly yang duduk di sofa ruang tamu menoleh ke arah pintu depan dan langsung berdiri menghampiri Prilly "Walaikumsalam, Kok malem sayang pulangnya. Itu kenapa lagi mukanya cemberut gitu" Tanya mama memandangi raut wajah anaknya yang tak ceria seperti biasanya.
Prilly meraih punggung tangan mamanya lalu menciumnya "Maaf mah, prilly tadi mampir ke rumah temen dulu. Hp Prilly mati mah " jawab prilly dengan fake smile.
"Hem . Abang mana dee?" tanya mama menengok ke arah belakang Prilly.
"Gak tau, prilly mau masuk kamar dulu. Capek"
Mama Prilly menatap wajah anak gadisnya yang memang terlihat lelah,  "Yauda kamu bersih bersih, sholat terus kita makan ya" ucap mama prilly mengusap rambut Prilly.
"Iyah mah" Prilly berjalan meninggalkan mama menaiki anak tangga menuju kamar.
"Tuh anak kemana sih, masa jam segini belum pulang." batin prilly lalu membantingkan tubuhnya di ranjang.

Setelah selesai bersih bersih diri dan sholat, prilly turun menuju meja makan. Mama papa sudah menunggunya untuk makan malam.
"Pincess papah ini kenapa sih, kok mukanya lesu gitu" tanya papa.
"Nanti cantiknya ilang loh sayang" lanjut mama sambil menuangkan air putih ke dalam gelas.
"Apaan si, prilly gak papa kok. Kecapean aja pah hari ini banyak banget tugas" Jawab prilly.
"Uu kasian anak papa. Yauda kita makan aja sayang" ucap papa mengusap pucuk kepala Prilly.
Ditengah tengah waktu makan malam, terdengar suara seorang lelaki memasuki rumah. Riian baru pulang "Assalamuallaikum"
"Walaikumsalam" sambut mamah menghampiri Riian "Kok baru pulang bang? Uda makan belum? Kita makan bareng yuk" lanjut mama.
"Iyah ma maaf, tadi abang ada rapat senat" Jawab riian meraih punggung tangan mamanya lalu menciumnya kemudian melangkahkan kakinya bersama sang mama ke meja makan.
Riian gak mungkin jujur kalo dia telat karna jalan dengan syeril. Papanya sangat tidak suka dengan syeril.
"Malem pah,dee"sapa riian mencium punggun tangan papanya lalu duduk disamping prilly.
"Baru pulang kamu. Ayo makan dulu bang" jawab papa.
Tiba tiba prilly menghentikan aktivitas makannya meletakkan sendok dan garpu diatas piringnya lalu berdiri dari tempat duduknya "Mah pah, prilly udahan makannya. Mau kekamar masih banyak tugas"
"Abisin dulu dong makanannya ini" pinta mamah agar prilly menghabiskan makanan yang baru hanya 3 suap mendarat di mulutnya.
"Prilly uda gak laper!" seru prilly agak kesal meninggalkan meja makan berlari menaiki tangga menuju kamar tercintanyaa .
"Gak biasanya adee gue kayak gitu, apa tadi gue keterlaluan ya? Biasanya juga gak ngambek ngambek amet. Maafin abang ya dee"batin Riian merasa bersalah pada adiknya

☆☆




Love Is Never Wrong Chapter 1


Kenapa sih hobby banget jailin aku. Laki laki paling nyebelin itu kamu. Slalu saja bikin aku kesel. Tapii ......
Prilly Devanya

Awalnya aku hanya ingin ngilangin rasa ini buat kamu. Tapi lama kelamaan aku jadi suka bikin kamu kesel karna kamu keliatan tambah cantik. Bikin aku susah ngilangin kamu dari hati dan pikiranku.
Ali Syahrun


**********

Gadis remaja sedang bercermin didepan meja riasnya. Memastikan kerapian tampilannya, ia mengenakan pakaian yang tidak terlalu formal namun tetap harus rapi. Memoleskan sedikit lipgloss berwarna pink soft di bibirnya . Karna ia akan pergi untuk memulai aktivitas belajarnya di salah satu kampus yang cukup terkenal di Jakarta, setelah semua selesai, ia segera mengambil tas yang sudah ia siapkan diatas ranjangnya dan segera turun untuk makan pagi bersama keluarganya.
Gadis itu bernama Prilly Devanya, Semua orang memandang sempurna hidupnya. Bagaimana tidak, ia berasal dari keluarga elit. Ayahnya pemilik perusahaan ternama di Jakarta dan memiliki beberapa cabang di luar kota sedangkan ibunya hanya ikut membantu ayahnya menjalankan perusahaan tersebut. Dan prilly juga mempunyai seorang kakak, Kakaknya bernama Riian. Riian juga masih kuliah di universitas yang sama dengan adiknya.

"pagi mah pagi pah" Sambut prilly yang sudah rapi lalu duduk untuk sarapan.
"pagi juga sayang, abang mana dee?" tanya mama yang sedang menyiapkan sarapan.
"Entah" jawab prilly sambil mengangkat sedikit bahunya "panggil gih dee,kita sarapan bareng!" perintah papah.
"iya iya adee panggilin"
Prilly berjalan menuju kamar sang kakak. "Bangg, lama amet si kaga turun turun. Loe semedi dulu yah" tanya prilly seraya menyenderkan dirinya didepan pintu kamar kakaknya
"Apaan si loe berisik" jawabnya yang tengah kebingungan mencari sesuatu.
"Nyari apaan si bang??" tanya prilly.
"Nah, ini dia ketemu. Kepo deh loe dee, ngapain si nyariin gue. Kangen loh sama abang loe yang super ganteng ini?" balasnya mengedipkan matanya dan cengar cengir dengan kepedeannya itu.

Prilly mengangkat sebelah alisnya"ih, kepedean banget si loh bang.. Ditunggu mamah papah noh buat sarapan!" ujar prilly kemudian berlalu meninggalkannya.
"Eh baweell tungguin napa si" kata sang kakak kemudian menyusul Prilly turun.
"Pagi mah, pah. Abang langsung berangkat yya, uda siang ni. Yok dee" ucap riian sambil mencium tangan mama papa lalu mencium pipi kedua orang tuanya itu.
"Sarapan dulu bang" ucap mama.
"Tau ni si bambanggs" ucap prilly kesal karna baru aja duduk uda diajak cabut ajah.
"Gue tinggal ni" ucapnya sambil mengambil sebuah roti lalu pergi.
"Ehhh tungguin, mah pah berangkat.. Assalamualaikum" Prilly memcium satu satu tangan dan pipi mama papa nya lalu pergi dengan sebuah roti ditangan. "Walaikumsalam, hati hati sayang jangan ngebut. Dasar si abang" jawab sang mama seraya memperhatikan kedua anaknya dan masih menemani sang suami untuk sarapan.
"Lama banget si loe prill, Telat ni gue" Oceh si Riian.
"Sabar dong. Sapa suruh bangun kesiangan, pacaran mulu si loe bang" Ledek prilly lalu menutup pintu mobil.
"Sotoy loe dee".

Prilly memang selalu berangkat ke kampus bersama Riian, sebenarnya dia slalu menolak dan ingin mengendarai mobilnya sendiri jika hendak pergi. Sayangnya Riian slalu memaksanya untuk slalu dengan dia, alasannya sih biar bisa slalu ngejagain adik semata wayangnya itu. Dan sayangnya lagi Mama sama Papa nya ikutan setuju dengan ucapan Riian itu. Padahal Prilly ada mobil sendiri, dia juga sudah mempunyai SIM.

***

Mereka kini telah tiba di kampus, Riian bergegas memarkirkan mobilnya dan segera keluar "Prill, gue duluan 5Menit lagi kelas mulai" Teriak Riian sambil berlari meninggalkan prilly menuju kelasnya.
"Dasar si abangg, gitu kok jadi ketua senat si tuh anak. Hemmpp"oceh Prilly seraya menggeleng gelengkan kepalanya keheranan.
"dooorrrrr" Suara seorang lelaki tiba tiba datang mengejutkannya . Prilly membalikkan badanny dan lelaki itu berhasil membuat mata Prilly membulat menatap laki laki yang mengejutkannya "Allliiiiiiii, Apaan si loe ngagetin gue tau gak" Teriaknya kesal. Ali. Yes itu Ali, temannya namun hobynya ngejailin Prilly.
"Lagian loe si nglamun aja, nglamunin apa sih? Nglamunin gue yah loe" jawab Ali dengan senyum seringainya. Prilly mengernyitkan Alisnya "ieeuu males banget" Balas prilly berlalu meningalkan ali.
"Eh Chubby mau kemana loe? Maen pergi ajah. Tunggu" Teriak ali dan langsung mengejar prilly dan menarik tangan prilly. "Apaan lagi si li, gue ada kelas ni" Dengus prilly dan menghempaskan tangan Ali. "Set dah galak amet si neng, cuma mau nanya. Kok loe sendirian? Riian mana?"tanya Ali basa basi.
"Kok loe disini sih, bukannya ada kelas pagi yya? Noh si Riian buru buru tadi."
"Masih 5 menit lagi kok bby."
"Oh gitu... okke . Byeee" Tutup Prilly dengan meninggalkan Ali.

***

Ali terdiam sesaat melihat prilly pergi meninggalkannya "Kenapa si tuh cewek pms kali yah. Nanya baik baik malah marah marah, mukanya ngegemesin banget lagi. Dasar Chubby"Pekik ali dalam hati sambil menyungging senyum bahagia di bibirnya.
"Hai broo kenapa loe senyum senyum, kesambet?"tanya seorang sambil menepuk bahu ali dari belakang. "Eh yud. Itu ada bidadari" Tunjuk Ali dengan matanya ke arah Prilly. "Hahahahah pasti loe abis godain prilly kan" Tebak Yudha "Tau ajah loe broo, uda a kita kekelas yuk"ajak ali melangkahkan kakinya menyusuri koridor kampus.
"Kebiasaan loe Li" sahutnya mengikuti langkah Ali.

Haii. Maaf ya berantakan




Find me on watpadd
ID : AdhekkRia